Pengikut

Jumat, 17 Juli 2020

Hari kiamat


Hari kiamat salah satu rukun iman, yang kelima.



Wajib bagi kaum muslimin untuk mengimaninya.

Hari akhir atau hari kiamat adalah; hari dimana manusia dibangkitkan untuk dihisab dan diberi ganjaran balasan atas amal perbuatannya,, dinamakan hari akhir karena tidak ada hari lagi setelahnya. penduduk surga akan menetap di surga dan penduduk neraka akan menetap di neraka kekal selama-lamanya.

Iman kepada hari akhir mengandung tiga perkara;

Yang pertama : Mengimani akan adanya Hari berbangkit, yaitu itu dibangkitkannya orang-orang yang sudah mati ketika ditiupkan tiupan yang kedua. manusia bangkit menghadap kepada Allah Rabb semesta alam dalam keadaan tidak beralas kaki tidak berkhitan dan tidak berbusana sebagaimana Allah Terangkan hal ini dalam banyak ayatnya, diantaranya dalam surat al Anbiyâ ayat 104.

Hari kebangkitan ini adalah hari yang hak berdasarkan dalil dari AlQuran, sunnah dan kesepakatan kaum muslimin Allah subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat al-mu'minun ayat 15 sampai 16 dan di dalam Hadits yang dikeluarkan oleh al-imam al-bukhari Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda;  "manusia dikumpulkan pada hari kiamat tanpa alas kaki tanpa berkhitan".HR. Bukhari

Yang kedua : Mengimani adanya Hisab dan pembalasan Amal, hal ini berdasarkan dalil-dalil dari Alquran, sunnah dan ijma kaum muslimin. Allah ta'alâ berfirman dalam surat Al Ghasiyah ayat 25-26 dan juga Allah berfirman dalam Surat Al An'am ayat 160 juga Allah berfirman dalam surat al-anbiya ayat 47.

Adapun dalil dari sunnah di antaranya hadits yang dikenal dengan hadits bitoqoh.

Yang ketiga : Mengimani surga dan neraka, bahwa keduanya adalah makhluk yang abadi. surga adalah tempat penuh dengan kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang-orang yang beriman yang bertakwa, yang mengimani apa yang Allah telah wajibkan atas mereka melaksanakan kataatan kepada Allah dan Rasul-Nya dalam keadaan ikhlas dan mutaba'ah.

Termasuk rangkaian iman kepada hari akhir yaitu;  mengimani segala sesuatu setelah kematian seperti fitnah kubur, pertanyaan kepada mayit setelah ia dikuburkan tentang siapa Robbnya, apa Agamanya dan siapa Nabinya,

Mengimani adanya azab kubur serta kenikmatannya, azab bagi orang-orang yang dholim dari kalangan orang-orang munafik dan orang-orang kafir, ini semua dibangun di atas dan dalil dari AlQuran dan Sunnah serta ijma kaum muslimin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar