Mengapa untuk dunia kamu semangat, tapi untuk akhirat kamu tidak perduli ? bukankah kamu akan meninggalkan dunia ini ?lalu apa bekal akhiratmu ?
Pengikut
Rabu, 04 Maret 2020
Penyesalan ingin kembali kedunia !!
Di dalam al-Qur'an, Allah menceritakan :
• Orang kafir
• Pendosa
• Pelaku maksiat
• Pelaku kedholiman
• Pelaku kesyirikan, dan
• Penghuni kubur.
Meminta agar dikembalikan kedunia. hal tersebut mereka ajukan saat;
1. MENJELANG kematian
2. Pada HARI BERBANGKIT
3. Diwaktu mereka DIHADAPKAN di pengadilan Allah yang maha perkasa
4. Saat NERAKA ditampilkan ke hadapan mereka dan,
5. Disaat mereka BERADA DALAM KUBUR.
Allah subhanahu wata'ala berfirman :
{حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ (100)
"(Demikianlah keadaan orang-orang itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan".( QS. al-Mu'minun : 99-100 )
Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan tentang keadaan orang yang sedang menjelang kematiannya dari kalangan orang-orang kafir atau orang-orang yang melalaikan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala Diceritakan pula perkataan mereka saat itu dan permintaan mereka untuk dapat dikembalikan lagi ke dunia untuk memperbaiki apa yang telah dirusakkannya selama hidupnya. di dalam ayat yang lain Allah subhanahu wata'ala berfirman :
{يَوْمَ يَأْتِي تَأْوِيلُهُ يَقُولُ الَّذِينَ نَسُوهُ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ فَهَلْ لَنَا مِنْ شُفَعَاءَ فَيَشْفَعُوا لَنَا أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ}
Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur'an itu berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu, "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafaat yang akan memberi syafaat bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke 'dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?" (QS. Al-A'raf: 53)
{وَلَوْ تَرَى إِذِ الْمُجْرِمُونَ نَاكِسُو رُءُوسِهِمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ رَبَّنَا أَبْصَرْنَا وَسَمِعْنَا فَارْجِعْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا إِنَّا مُوقِنُونَ}
Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya.(Mereka berkata), "Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.” (QS. As-Sajdah: 12)
Juga dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{وَلَوْ تَرَى إِذْ وُقِفُوا عَلَى النَّارِ فَقَالُوا يَا لَيْتَنَا نُرَدُّ وَلا نُكَذِّبَ بِآيَاتِ}
Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, "Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami.” (Al-An'am: 27)
hingga firman-Nya:
وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. (Al-An'am: 28)
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{وَتَرَى الظَّالِمِينَ لَمَّا رَأَوُا الْعَذَابَ يَقُولُونَ هَلْ إِلَى مَرَدٍّ مِنْ سَبِيلٍ}
"Dan kamu akan melihat orang-orang yang zalim ketika mereka melihat azab berkata, "Adakah kiranya jalan untuk kembali (ke dunia)?” (QS. Asy-Syura: 44)
{قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَى خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ}
"Mereka menjawab," Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?". ( QS. Al-Mu’min: 11)
{وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ}
"Dan mereka berteriak di dalam neraka itu, "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” Dan apakah Kami tidak memanjangkan umur kalian dengan masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kalian pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun". ( QS. Fathir: 37)
Ini semu Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menceritakan bahwa orang-orang itu meminta agar dikembalikan ke dunia, tetapi permintaan mereka tidak diperkenankan. Allah tegaskan pada ayat setelahnya :
{كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا}
Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja.( QS. Al-Mu’minun: 100)
Kalla adalah huruf tolakan dan bantahan, yang maksudnya adalah :
'Kami tidak memperkenankan permintaannya dan tidak menerimanya.'
Abdur Rahman Bin Zaid bin Aslam mengatakan; bahwa kalimat tersebut pasti diucapkan oleh setiap orang dzolim yang SEDANG MENJELANG kematiannya.
Permintaan kembali ke dunia untuk beramal shaleh dari mereka itu hanyalah ucapan saja yang tidak ada buktinya.
Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah dia tidak akan mengamalkan perbuatan shaleh yang diikrarkan mereka itu, dan pastilah mereka dusta dengan apa yang diucapkannya itu. Oleh karenanya Allah ingatkan dalam firman-Nya yang lain :
{وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ}
"Sekiranya mereka dikembalikan (ke dunia), tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka".( QS. Al-An'am: 28)
Qatadah rahimahullah mengatakan :
"Demi Allah, orang kafir (dalam keadaan seperti itu) berharap dapat dikembalikan ke dunia bukan untuk berkumpul kembali dengan keluarga dan kaum kerabat, bukan pula untuk mengumpulkan harta benda, lalu memperturutkan hawa nafsunya; melainkan berharap dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal ketaatan kepada Allah subhanahu wata'ala.
Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, beliau mengatakan; bahwa apabila orang kafir (jenazahnya) diletakkan di dalam kuburnya, maka ia melihat tempat kedudukannya di neraka, lalu ia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia, maka aku akan bertobat dan beramal shaleh."
lalu dikatakan kepadanya, "Sesungguhnya engkau telah diberi usia yang cukup." Maka disempitkanlah kuburnya dan menangkup menjadi satu, sedangkan dia sekarat karena kesakitan; semua serangga yang ada di dalam bumi, ular-ular dan kalajengking-kalajengking mematukinya.
Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan, "Kecelakaan besarlah bagi para pelaku maksiat dalam kuburnya. Kuburan mereka dimasuki oleh ular-ular yang hitam legam; ular yang ada di kepalanya dan ular yang ada di kakinya menelan tubuhnya, hingga keduanya bertemu di tengah-tengah tubuhnya. Yang demikian itu adalah azab di alam barzakh (kubur)nya." kemudian Aisyah radhiallahu anha membaca firman-Nya :
"Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan" (QS. Al-Mu’minun: 100)
Abu Shaleh dan selainnya mengatakan:
Makna firman-Nya: Dan di hadapan mereka. (Al Mu’minun: 100)
Makna asal warô' adalah :
belakang, tetapi makna yang dimaksud dalam ayat ini adalah di HADAPAN.
Mujahid rahimahullah mengatakan; bahwa alam barzakh adalah :
"Alam yang membatasi antara alam dunia dan alam akhirat".
Muhammad ibnu Ka'b berkata :
"Barzakh adalah alam yang terletak diantara alam dunia dan alam akhirat. Para penghuninya tidak sama dengan ahli dunia yang dapat makan dan minum, tidak pula sama dengan ahli akhirat yang mendapat balasan dari amal perbuatan mereka.
Abu Sakhr mengatakan;
"Bahwa barzakh adalah alam kubur, para penghuninya tidak ada di dunia dan tidak pula di akhirat; mereka tinggal di alam barzakh menunggu sampai hari berbangkit.
Di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ}
Dan di hadapan mereka ada dinding. ( QS. Al-Mu’minun: 100)
Terkandung ancaman ditujukan kepada orang-orang dzolim yang sedang menjelang ajalnya, bahwa mereka akan mendapat adzab di alam barzakhnya, seperti disebutkan dalam firma Allah subhanahu wata'ala :
{مِنْ وَرَائِهِمْ جَهَنَّمُ}
"Di hadapan mereka neraka Jahannam". (QS. Al-Jatsiyah: 10)
Dan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
{وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ}
"dan di hadapannya masih ada azab yang berat". (QS. Ibrahim: 17)
Allah tegaskan bahwa adzab tersebut sampai hari kiamat !
Oleh karenanya Allah tegaskan dalam firman-Nya :
{إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ}
"sampai hari mereka dibangkitkan. ( QS. Al Mu’minun: 100)
Yakni adzab itu terus-menerus dialami oleh orang-orang mereka di alam barzakhnya sampai hari berbangkit.
Dan ayat serta hadits-hadits yang lain tentang siksa kubur.
Dari pembahasan ini point pentingnya adalah :
1. Dunia tempat untuk beramal sholeh ( yang di anggap amal sholeh amal yang ikhlas dan ittiba' kepada baginda Nabi kita muhammad shallallahu alaihi wasallam )
2. Penyesalan bagi para pendosa
3. Keinginan mereka kembali kedunia hanya untuk beramal saja.
4. Orang yang sakaratul maut, dan penghuni kubur tidak dapat kembali lagi kedunia.
5. Orang yang masih hidup tidak dapat menolong orang yang sedang sakaratul maut, dan penghuni kubur, hal ini sebagai peringatan jangankan mengabulkan hajat orang hidup ia sendiri saja butuh kepada pertolongan Allah !.
6. Tidak ada seorangpun yang mengetahui bagaimana kehidupan alam barzakh
7. Siksa kubur.
Walhamdulillahirobbil'alamin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar