"Kami tidaklah berdo'a dan tidak beribadah kepada mereka ( sesembahan selain Allah ) kecuali SUPAYA MEREKA MENDEKATKAN DIRI KAMI kepada Allah dan MEMINTA SYAFAAT mereka.
Ucapan mereka ini, hampir mirip tapi sama ! dengan orang-orang yang di kabarkan oleh Allah subhanahu wata'ala dalam al Qur'an
Perhatikan firman Allah :
وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ (3) لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَتَّخِذَ وَلَدًا لاصْطَفَى مِمَّا يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ سُبْحَانَهُ هُوَ اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ (4)
"Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata), "Kami tidak menyembah mereka, melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya". ( QS. az Zumar : 3 )
Dan tentang syafaat, Allah ta'ala berfirman :
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (18) وَمَا كَانَ النَّاسُ إِلا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا وَلَوْلا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَبِّكَ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ (19)
Dan mereka menyembah selain dari Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafaat kepada kami di sisi Allah.” Katakanlah, "Apakah kalian mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?” Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu)".( QS. Yunus : 18 )
Sebagai catatan dari ayat ini, bahwa :
1. Sesembahan selain Allah, khususnya penghuni kubur tidak dapat *mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan.*
Orang mati tidak dapat memberi manfaat kepada penyembahnya, siapapun mayyitnya !
2. Mereka meminta syafaat kepada si mayyit, karena mayyit orang sholeh.
• Syafaat itu ada dua macam:
=> Syafaat yg di tolak keberadaannya, dan
=> Syafaat yang di tetapkan keberadaannya.
Penjelasannya :
Syafaat yang di tolak adalah syafaat yang di minta kepada selain Allah, dalam perkara yang tidak satupun yang mampu memberikannya kecuali Allah.
Perhatikan firman Allah :
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَا بَيْعٌ فِيهِ وَلا خُلَّةٌ وَلا شَفَاعَةٌ وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ (254)
"Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepada kalian sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim". ( QS. al Baqarah : 254 )
Sedangkan syafaat yang di tetapkan keberadaannya adalah : Syafaat yang di minta dari Allah.
Orang yang mensyafaati itu di muliakan oleh Allah dengan syafaat tersebut, sedangkan yang mendapatkan syafaat adalah orang yang Allah RIDHOI baik ucapan maupun perbuatannya, sesudah ALLAH MENGIZINKANNYA.
hal ini sebagaimana Allah firmankan :
مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ (255)
"Tiada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi Allah melainkan dengan seizin-Nya.( QS. al Baqarah : 255 ).
Tiada seorangpun dapat memberi syafaat kepada orang lain di akhirat kelak, sebelum mendapatkan izin dari Allah ta'alâ.
Jadi, biarpun kamu mengkalim penghuni kubur itu punya syafaat
Atau memberi kamu syafaat pada hari kiamat kelak
Tetap ada izin dari Allah !
Sekarang pertanyaannya;
• Apakah penghuni kubur yang kamu harapkan itu di izinkan Allah memberi syafaat atau tidak ???
Mungkin ada yang menjawab; Kan dia orang sholeh, orang sholeh punya syafaat ! dia akan mensyafaati orang lain kelak di hari kiamat
Jawab : itu anggapan kamu dia orang sholeh ! tapi tidak bagi orang lain. andai kata ia orang sholeh, nggaK mungkin di masa hidupnya mengkafirkan orang lain !
nggaK mungkin menggiring jama'ahnya ghuluw kepadanya !
NggaK mungkin ia menyeru kepada bid'ah dan khurafat !
NggaK mungkin menganggap dirinya lebih mulia dari Nabi !
Walhamdulillahirobbil'alamin
ad Dayaky

Tidak ada komentar:
Posting Komentar