Pengikut

Senin, 10 Februari 2020

Cukuplah kematian itu sebagai nasehat


Allah Subhanahu wata’alaa berfirman :

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.
Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”.[ QS.Ali ‘imran : 185 ]

Didalam ayat yang mulia ini Allah Subhanahu wata’alaa mengingatkan hamba-hamba-Nya;

• Bahwa setiap yang bernyawa baik dari kalangan bani Adam  atau selainnya pasti dan pasti akan merasakan kematian, dan bahwasanya kematian itu akan dirasakan dengan rasa yang setiap manusia tidak senang dengannya.

Akan tetapi seorang Mu’min, yang mengatakan Rabb kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah diatas keyakinan itu, tatkala ajal datang akan menghampirinya, keadaannya sebagaimana yang Allah subhanahu wata’alaa kabarkan kepada kita;

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." [ QS.fushshilat : 30 ]

Wahai saudaraku…
setiap yang bernyawa akan merasakan kematian, kematian akan datang  dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya

Wahai saudaraku…
dimanapun kita berada kematian akan mendatangi kita sekalipun kita, berada dibalik benteng yang sangat kokoh

Wahai saudaraku…
kematian akan mendatangi kita, dan kedatangannya tidak bisa ditunda-tunda barang sedetikpun, Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan [kematian] seseorang apabila telah datang waktu kematiannya.[ QS.al Munafiqun : 11 ]

Maka apabila telah tiba waktunya [yang ditentukan] bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak [pula] mendahulukannya.[ QS.an nahl : 61 ]

Wahai saudaraku…
janganlah hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.[ QS. al Munafiqun :9 ]

Wahai saudaraku…
Bersemangatlah kepada hal yang memberikan manfa’at untukmu didunia dan akhirat

Berinfaqlah, dari sebagian harta yang dititpkan oleh Allah kepada kamu sebelum kematian mendatangimu, karena keinginan terbesar dari orang yang telah meninggal; ingin kembali kedunia walau hanya sesaat saja untuk beramal sholeh dan berinfaq

"Dan infaqkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: "Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan [kematian]ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?" [ QS.al Munafiqun : 10 ]

Wahai saudaraku…
ber’amal sholehlah, sebelum penyesalan yang tidak ada gunanya lagi mendatangimu “Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku [ke dunia], agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.[ QS. al Mu’minun :99-100 ]

Wahai saudaraku…
Tidaklah kita diciptakan untuk hidup numpang dibumi milik Allah ini untuk bersenang-senang, melainkan untuk beribadah kepada-Nya
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku". [ QS.adz Dzariat : 56 ]

Apakah kamu mengira, bahwa kamu akan dibiarkan begitu saja di dunia ini ? tidak diperitah dan tidak dilarang ?

Tidak ! Kita diperintah hanya untuk beribadah kepada Allah semata
Dan kita dilarang untuk menyekutukannya

Wahai saudaraku…

Tidaklah Allah mengutus para Nabi dan Rasul melainkan untuk memerintahkan kita untuk beribadah hanya kepada Allah, Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat [untuk menyerukan]: "Sembahlah Allah [saja], dan jauhilah Thaghut.[ QS.an Nahl : 36 ]

Wahai saudaraku…

kenapa bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui balasannya

Wahai saudaraku…

Mengapa bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur, Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui [akibat perbuatanmu itu], dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui, Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan [yang kamu megah-megahkan di dunia itu].
---------------
Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.[ QS. az Zumar : 18 ]

Di bumi kalsel, senin malam 31-03-14. Muhammad Rifqy bin Junaidy ad Dayaki

Tidak ada komentar:

Posting Komentar